Bahan Kimia Baru Bunuh Ratusan Burung Peliharaan

“Asap dari panci anti lengket telah membunuh ratusan burung piaraan setiap tahun di AS, demikian diungkapkan organisasi lingkungan Worldwide Fund for Nature (WWF). Sebabnya tidak lain karena bahan kimia pembuat panci itu merupakan salah satu bahan berbahaya pemicu kanker”.

Disebutkan pula, bahan kimia yang disebut senyawa perfluorinated itu juga membahayakan manusia dan hewan lain dengan resiko kematian.

Dalam laporan bertajuk ‘Causes For Concern: Chemicals and Wildlife‘ yang diterbitkan minggu lalu, WWF mengatakan senyawa tersebut digunakan juga pada produk tekstil dan kemasan makanan. Artinya, ia termasuk salah satu bahan berbahaya baru yang menyebar luas.

“Para ilmuwan juga menemukan senyawa perfluorinated, yang digolongkan sebagai bahan kimia penyebab kanker oleh Badan Perlindungan Lingkungan AS, pada lumba-lumba, paus, dan burung kormoran diMediterania, serta pada anjing laut dan elang laut di Baltik, dan pada beruang kutub,” tulis laporan itu.

Elizabeth Salter-Green, pimpinan program riset bahan beracun di WWF mengatakan, “Bertahun-tahun lalu, para penambang batu bara membawa burung kenari ke dalam tambang untuk mendeteksi gas mematikan. Kini, kenari mati di dapur-dapur, dan belum ada aksi yang diambil terhadap bahan kimia yang dicurigai sebagai penyebabnya.”

“Produksi bahan kimia di dunia meningkat pesat, dan dalam waktu yang sama kita menghadapi berbagai masalah kesehatan dan lingkungan yang makin berat,” lanjut Salter-Green. “Sangatlah gegabah bila kita mengatakan tidak ada hubungan di antara keduanya.”

Menurut WWF, selain terdapat bahan-bahan berbahaya yang sudah terdaftar seperti DDT dan polychlorinated biphenyl, saat ini banyak bahan beracun lain yang juga beredar luas. Bahan-bahan itu adalah senyawa perfluorinated, phthalates, senyawa phenolic –termasuk bisphenol A– dan brominated flame retardants (BFR).

“Phthalates dapat ditemukan pada plastik, termasuk PVC, senyawa phenolic di kaleng-kaleng makanan, botol plastik dan casing komputer, dan BFR pada TV,” ungkap Salter-Green. “Senyawa beracun ini bisa menyebabkan gangguan kesehatan seperti kanker, kerusakan sistem kekebalan tubuh, gangguan hormon, dan masalah pada saraf.”

Sementara itu, berkaitan dengan temuan ini, pihak industri meragukan bahwa kematian burung-burung peliharaan merupakan akibat dari menghirup gas dari panci anti lengket. “Sepertinya senyawa perfluorinated di lingkungan rumah tidak akan sampai menyebabkan kematian burung peliharaan,” kata Judith Hackitt, direktur jendral Asosiasi Industri Kimia Inggris. “Penyebabnya masih harus diteliti lebih lanjut.”

Tinggalkan Balasan